Wednesday, September 14, 2016

K-Movies (21) New World (Dunia Baru) *****

Choi Min-Sik, Hwang Jung-Min dan  Lee Jung-Jae adalah tiga nama besar yang menjadikan "jaminan" film ini top markotop! Keren! Belum lagi sejumlah aktor/aktris Korea lainnya yang turut mendukung adalah wajah-wajah yang tak asing dan banyak sekali malang melintang di berbagai serial drama/ film. Choi Min Sik tentu saja adalah "si gila psikopat Kyung Chul" dalam I Saw The Devil. Hwang Jung-Min dengan wajah yang terkategori 'biasa saja' selalu berperan dalam film-film yang luar biasa, seperti peran dukun aneh dalam The Wailing. Lee Jung-Jae si ganteng pujaan hati kaum hawa pernah tampil ganteng, lucu, bloon, seru dalam Big Match. Akting ketiga orang aktor ini dibantu dengan akting Song Ji Hyo (Running Man), Choi Il Hwa (langganan berperan sebagai ayah di film/drama -contoh: Temptation :D), Kim Byung Ok (langganan berperan sebagai penjahat di film/drama- contoh: Old Boy :D) dan si keren Park Seong Woong yang baru saja saya saksikan dalam film The Shamless (peran dewasa).

Officer Lee Ja Sung (Lee Jung Jae) adalah polisi yang menyamar dalam organisasi kriminal berkedok Perusahaan Goldmoon. Pimpinan utama mafia ini mendadak mati terbunuh dalam kecelakaan. Ada tiga successor atau calon penggantinya : Jang Soo Ki (Choi Il Hwa) yang paling senior namun tak bergigi/tanpa power, Lee Joong Goo (Park Sung Woong) yang ambisius dan Jung Chung (Hwang Jung Min) yang masih keturunan Cina. Officer Ja Sung sesungguhnya sudah sangat lelah menyamar dalam kelompok mafia ini. Tidak tanggung-tanggung, sudah sepuluh tahun ia bekerja sambil menyamar bagi para gangster! Namun atasannya di kepolisian Officer Kang Hyung Chul (Choi Min Sik) memaksanya untuk bertahan sedikit lebih lama lagi dalam organisasi tersebut karena ia ingin polisi terus mengawal ketat para mafia. Dalam organisasi Goldmoon Lee Ja Sung berada pada layer dibawah ketiga successor. Ia hanyalah tangan kanan dari Jung Chung. Artinya ia adalah someone in the organization but nobody in the line of throne. Punya posisi yang cukup tinggi tetapi bukan calon pimpinan utama/boss gangster.

Twist yang terjadi dalam kisah film ini sangat brilliant. Dengan matinya sang pimpinan utama sebenarnya Jung Chung berada dalam posisi kuat untuk menggantikan. Tetapi Lee Joong Goo melawan keras. Jung Chung juga pandai. Ia membongkar penyamaran polisi dalam organisasinya dan membunuh mereka di depan mata officer Lee Ja Sung. Ja Sung sangat stress dan ketakutan hanya Tuhan yang tahu mengapa Jung Chung tidak membunuhnya. Jung Chung dan Ja Sung sangatlah dekat/akrab sehingga saling memanggil brother dan karena sejarah masa lalu saat "merintis 'karir" sebagai gangster Jung Chung berjumpa pertama kalinya dengan Ja Sung. Maka ia sangat menyayangi Ja Sung, keduanya juga adalah orang-orang Korea yang masih punya darah keturunan Cina. Karena kasih sayang persaudaraan inilah maka sekalipun Jung Chung tahu Ja Sung adalah seorang polisi ia tidak membunuh saudara angkatnya itu. Operasi kepolisian dalam kelompok Goldmoon disebut operasi New World (dunia baru) karena dengan tewasnya sang big boss akan terjadi pergantian pimpinan dengan kiprah yang baru. 

Dalam pertarungan seru antar para anggota gangster Jung Chung terluka parah, sebelum mati ia memberi nasehat pada Ja Sung bahwa untuk selamat ia harus mengamankan posisi-nya dengan baik. Ia bahkan memberi hadiah kejutan bagi Ja Sung sebuah jam tangan bermerk dan data kepolisian tentang Ja Sung yang ia simpan diam-diam dalam brankasnya demi menyelamatkan "sang saudara angkat." Ja Sung menangis sedih dengan kematian Jung Chung, ia merasa kehilangan dan sekaligus bersalah. Dan ia mulai menyadari 'darah gangster' yang kini mengalir deras dalam nadinya bergolak kencang. Dalam sekejap Ja Sung mampu mengatur skenario cerdik. Ia berubah 180 derajad. Sehingga kedua calon successor yang lain yaitu Lee Joong Goo dan Jang Soo Ki terbunuh dalam huru-hara perebutan kekuasaan. Bahkan yang tak di duga dan tak di nyana oleh penonton adalah Ja Sung juga mengutus beberapa anak buahnya untuk membunuh atasannya di kepolisian: Officer Kang dan sang Komisaris. Karena hanya dua orang inilah yang tahu kebenaran bahwa Ja Sung adalah seorang perwira polisi. Pada akhir film dengan anggun Ja Sung duduk memegang tampuk pimpinan tertinggi Goldmoon, tak seorang pun yang mampu melawan dirinya. Semua tunduk. Tentu saja ia melupakan dan membuang masa lalunya sebagai perwira polisi. Kini 100% hidup Lee Ja Sung didedikasikan sebagai boss mafia. 

foto: berbagai sumber.

K-Movies (20) The Advocate: A Missing Body (Sang Pengacara : Mayat Yang Hilang) ***


Film bioskop Lee Sun Gyun kedua yang saya tonton, rilis 2015. Jujur lebih suka film yang sebelumnya A Hard Day. Temanya hampir sama : misteri, detektif dan pembunuhan. Hanya di sini karakter tokoh pengacara Byun Ho Sung yang diperankan Sun Gyun adalah karakter comical/kocak. Bagi saya agak kurang cocok ketika film detektif dan misteri dihadirkan oleh pelakon yang kocak/tidak serius. Mudah ditebak pada akhir cerita sang tokoh yang lucu dan periang ini tentu saja selamat sentosa dan sehat walafiat tanpa satu goresan luka apapun pada tubuhnya. Film ini tidak jelek, tetapi point-nya kurang mengarah. Apakah film komedi? Apakah action thriller? Apakah detektif? Berada di tengah-tengah antara semua keputusan itu menjadikan saya penonton yang bingung. Tapi senyum Lee Sun Gyun tetap sangat menghibur! Yeay! : P

Pengacara tampan yang pintar, Byun Ho Sung, mewakili sebuah perusahaan farmasi papan atas. Ho Sung membelanya melawan client seorang pasien yang menuntut agar obat Lomax ditarik dari peredaran. Ada indikasi obat itu memicu kanker. Dengan riset dan penjelasan jenius Byun Ho Sung memenangkan kasus Lomax. Menurutnya Lomax aman dikonsumsi. Tentu saja sang big boss perusahaan farmasi, CEO Moon Ji Hoon (Jang Hyun Sung) sangat terkesan dan berniat menyewa Byun Ho Sung untuk kasus lainnya. Ternyata pengemudi kesayangan CEO Moon bernama Kim Jung Hwan (diperankan oleh penjahat ganteng eksotis dari Achiara Village: Choi Jae Woong) dituduh membunuh seorang gadis bernama Han Min Jung (Kim Yoon Hye). Yang tidak diketahui oleh publik dan pengacara Byun adalah bahwa kedua orang ini, Jung Hwan dan Min Jung merupakan sepasang kekasih yang saling mencintai.

Cerita mengalir dengan dibukanya urusan internal perusahaan farmasi milik CEO Moon. Lomax adalah benar sebuah obat yang membahayakan karena memicu kanker. Ayah Min Jung adalah ahli farmasi dari perusahaan tersebut yang tidak merestui disahkannya obat Lomax. Tak lama kemudian ia ditemukan mati gantung diri. Min Jung sangat yakin bahwa ayahnya dibunuh oleh CEO Moon dan anak buahnya. Berdua dengan kekasihnya, Jung Hwan, Min Jung hendak memalsukan pembunuhan dirinya sendiri sehingga seolah-olah ia telah mati (banyak cipratan darah di apartemennya) dan mayatnya menghilang setelah dibunuh. Yang sebenarnya Min Jung ingin bersembunyi hingga hasil penyelidikan dan laporan kandungan Lomax muncul secara resmi. Ia hendak mengajukan gugatan melalui pengadilan. Byun Ho Sung bisa jadi adalah pengacara tampan yang suka bergurau, gemar tampil di televisi dan cinta popularitas. Namun ia bukanlah manusia tanpa hati. Dengan kecerdikannya pengacara Byun membantu sepasang kekasih itu membuka kedok CEO Moon.

Film ini juga dihiasi permainan akting Kim Go Eun sebagai jaksa muda bernama Jin Sun Mi bekas anak buah/ adik kelas Byun Ho Sung. Sayang akting Go Eun tidak begitu bersinar dalam film ini. Ia tampak terlalu serius, muram dan cemberut setiap kali adu akting dengan Lee Sun Gyun. Alias chemistry-nya super garing dan kaku bin nggak nyambung. Akting Go Eun terlihat cantik dan menawan dalam Cheese In The Trap terlepas dari cerita dan ending drama yang kurang oke bagi saya. Yang terlihat serasi dan manis dalam film ini justru kisah cinta yang penuh perjuangan antara sang driver Kim Jung Hwan dan gadis perawat cantik Han Min Jung. Chemistry- antara Jung Hwan dan Min Jung terasa lebih menyentuh daripada hubungan Sun Mi dan Ho Sung. Terlepas memang hubungan mereka hanya sebagai rekan kerja. Plot twist-nya agak memaksa. Tapi ya okelah! Lee Sun Gyun gitu loch,...

foto: berbagai sumber

K-Movies (19) A Hard Day (Hari Yang Melelahkan) ****

Lee Sun Gyun, saranghae! Gak sangka, salah satu prince charming dari serial Coffee Prince dapat bermain dalam film serius yang menguras tenaga ini. Sun Gyun yang setipe dengan Lee Jang Woo, tipe-tipe pria yang punya ciri khas dengan gaya senyumannya. Yang mau mencoba nyontek gaya senyum mereka silahkan. Tapi rasanya sulit. Selalu ada keraguan bahwa aktor yang terbiasa dengan peran 'ganteng', 'idola', 'dicintai banyak wanita', tidak akan mampu memainkan peran berbobot yang menguras otak dan tenaga. Ternyata Lee Sun Gyun mematahkan pendapat itu. Film ini action banget, seru, ada satire (sedih dan sindiran). Ada banyak adegan lucu tanpa seorang pelakon pun perlu berakting kocak atau bahkan tertawa.

Detective Ko Gun So sedang menyupir mobil di sebuah jalanan sepi ketika tiba-tiba saja ia menabrak seseorang hingga tewas. Panik melanda polisi yang tengah menduda dengan satu anak perempuan berusia sekolah dasar ini. Selama ia bekerja putrinya diasuh oleh adik wanita dan ipar lelakinya. Ko Gun So adalah polisi pekerja keras, terlepas dari kadang ia berlaku kasar dan sedikit melakukan korupsi. Namun ia tak pernah melakukan kejahatan yang serius. Membunuh orang apalagi menabraknya di jalanan sepi hingga tewas tanpa tanggung-jawab tak pernah masuk agendanya. Mayat si lelaki malang lalu ia jejalkan ke dalam bagasi mobil.

Gun So harus segera pulang ke rumah malam itu karena ibunya yang baru saja meninggal dunia tengah dimakamkan. Adik perempuannya bolak-balik menilpon dan sangat kesal karena untuk acara pemakaman ibunya sendiri Gun So terlambat datang. Dengan segala kepanikan yang dicoba untuk ditutupi Gun So pun pulang ke rumah duka. Mengurus pemakaman ibunya. Di ruang duka ia memiliki akal serigala. Gun So mengunci pintu tempat persemayaman peti mati dan lewat saluran udara ia menarik mayat lelaki yang tadi ia simpan di bagasi mobil. Dengan susah payah dan akal bulus Gun So lalu menjejalkan mayat lelaki itu ke dalam peti mati bersama-sama dengan mayat ibunya. Benar-benar putra yang kurang ajar! Sambil berdoa dan menangis mohon ampun pada arwah ibunya, Gun So berjanji untuk segera membongkar makam ibunya nanti dan memisahkannya dari mayat lelaki tak dikenal itu.

Sementara itu di kepolisian ditemukan database poster wajah lelaki yang tertabrak oleh Gun So. Ternyata lelaki ini adalah seorang pelaku kriminal yang tengah dicari. Gun So kian kebingungan ketika ada penilpon gelap yang mengaku melihat Gun So menabrak si lelaki hingga tewas. Penilpon ini mulai meneror dan memeras Gun So. Misteri perlahan terungkap ketika peneror misterius tersebut ternyata adalah salah satu senior Gun So di kepolisian bernama Park Chang Ming (Cho Jin Woong). Ia polisi yang telah lama bertugas dan memiliki wewenang khusus. Ternyata polisi ini adalah 'polisi hitam.' Ia berpartner dengan si penjahat yang tertabrak oleh Gun So dan melakukan banyak bisnis illegal. Ada perputaran uang yang sangat besar dalam bisnis tersebut. Rupanya karena 'pecah kongsi', Park Chang Min lalu menembak partnernya yang berlari ke tengah jalan dan langsung tertabrak oleh Gun So. Jadi kematian lelaki itu bukanlah karena tertabrak mobil namun terbunuh oleh pistol Park Chang Min.

Perseteruan antara dua polisi Ko Gun So dan Park Chang Min ditampilkan dalam berbagai action yang memikat serta tipu muslihat rumit serta twist mengejutkan. Namun pada akhirnya sang lakon lah yang menang. Adegan paling menarik adalah ketika Detective Ko Gun So mewarisi kunci 'locker' alias lemari penyimpanan harta rahasia milik Park Chang Min. Ia bertemu muka dengan centeng/jawara penjaga duit itu, "mo ngapain?" Ia menjawab, "mau narik uang.." Lalu si centeng bertanya lagi, "berapa duit loe mau tarik simpanan ini?" Gun So menjawab lagi, "semuanya..." Si centeng terlihat geli memandang sportbag gym yang dibawa oleh Gun So. Ketika akhirnya Gun So berhasil masuk ke dalam locker/ruang penyimpanan harta bisnis illegal Park Chang Min ia ternganga-nganga... Tumpukan uang yang ada ditempat itu kira-kira sebanyak tiga truk container! : )

foto : berbagai sumber