Thursday, September 22, 2016

Drama 29 - Modern Farmer (Petani Modern) ***

Drama ini ceritanya amburadul tapi bisa banget dinikmati kelucuannya. Menonton drama semacam ini adalah program "penggendutan tubuh" yang sesungguhnya. Karena jalan cerita yang ada nggak karuan juntrungannya namun penonton tetap dapat tertawa dengan aneka adegan/kejadian lucu yang disajikan. Lebih cocok jika ditemani pula dengan sekaleng coca-cola dan sekantung pop corn. Lengkaplah program penimbun lemak yang satu ini! He-he-he,.. Pertama kalinya juga saya menyaksikan akting Lee Hong Ki dan ternyata kocak banget aktor muda ini. Ekspresi wajahnya sangat konyol. Didampingi dengan aktris Lee Honey/ Lee Ha Nui yang adalah mantan Miss Korea dan usianya lebih tua beberapa tahun dari Hong Ki, lengkaplah dagelan dalam Modern Farmer.

Empat anggota group band yang gagal ngetop Min Ki (Lee Hong Ki), Kang Hyeok (Park Min Woo), Yoo Han Cheol (Lee Si Eun) dan Han Ki Joon (Kwan Dong Yeon) akhirnya memutuskan untuk mengelola kebun kubis di desa. Gagasan cemerlang Min Ki adalah ia berniat panen besar lalu uang hasil panenan tersebut akan digunakannya untuk membiayai album musik terbaru mereka. Selama ini grup band Min Ki dan kawan-kawan sulit untuk naik dalam blantika musik Korea karena pernah tersandung masalah dengan produser album yang sebelumnya. Kang Hyeok tanpa alasan jelas mendadak saja menghajar sang produser hingga babak-belur di hadapan umum. Tentu saja band ini langsung di black-list.

Kehidupan di desa menghantar Min Ki berjumpa kembali dengan kakak kelas semasa sekolah bernama Kang Yoon Hee (Lee Ha Nui) yang kini menjadi wanita petani di desa. Lebih hebat lagi Yoon Hee ternyata adalah seorang kepala desa wanita. Min Ki makin tercengang ketika cewek yang pernah menjadi cinta pertamanya semasa SD itu ternyata sudah memiliki seorang anak lelaki kecil, tanpa suami! Disini alur kisah sudah mulai dibuat semrawut. Diaturlah skenario kisah cinta segitiga yang kurang masuk akal antara Yoon Hee sang single mom dengan dua berondong yang menyukai dirinya yaitu Min Ki dan Kang Hyeok. Sesungguhnya Yoon Hee lebih menyukai Min Ki yang memang adalah kekasihnya semasa kecil dulu. Tetapi Min Ki kini tengah tergila-gila pada Han Yoo Na (Han Bo Reum), anggota girls band terkenal yang tengah menjadi icon idola K-Pop. 

Ternyata untuk meraih popularitas Yoo Na bersedia menjadi wanita simpanan produser. Hal ini menyebabkan Kang Hyeok yang diam-diam mengetahui rahasia tersebut langsung menghajar sang produser. Karena Kang Hyeok tahu benar Yoo Na kala itu sedang berpacaran dengan Min Ki. Ia tak suka cara produser dan Yoo Na mengelabui Min Ki. Segala peristiwa itu terjadi di masa lalu. Yoo Na sendiri akhirnya mengakui bahwa ia menjadi simpanan sang produser tanpa paksaan. Ia melakukannya demi untuk kesuksesan karir bidang musik. Min Ki sangat terpukul mengetahui gadis yang begitu dipuja ternyata bersikap culas dalam ambisi meraih puncak karirnya. Sementara itu Yoon Hee bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang adalah seorang musisi terkenal. Ayah dari putra tunggalnya itu memohon agar Yoon Hee merahasiakan keberadaan anak kandung mereka, karena sang musisi ini segera hendak menikah dengan wanita dari keluarga terpandang. Yoon Hee merasa terhina dan sakit hati ternyata keberadaan anak mereka tidak diakui oleh mantannya.

Cerita masih sangat ruwet dengan adanya keanehan dalam keluarga Paman dan Bibi Yoon Hee. Ternyata Bibinya hobby memasak namun hasil olahannya semua tak enak rasanya. Wanita yang sudah seperti ibu bagi Yoon Hee ini selalu kacau dalam meramu olahan bumbu dan bahan masakan. Namun demi cinta Yoon Hee, pamannya dan anak-anak mereka selalu mengakui bahwa masakan sang Bibi lezat. Bibi gampang sekali menangis dan sakit hati jika dicela bahwa masakannya tak enak. Pun teman-teman Min Ki jatuh cinta secara ajaib pada gadis-gadis yang mereka jumpai di desa itu. Yoo Han Cheol yang sedikit nerdy jatuh hati pada gadis penipu ulung yang hanya gemar mencari harta karun, diperankan oleh Min A. Sementara Han Ki Joon yang paling muda diantara mereka berempat ditaksir oleh gadis pekerja illegal dari Yanbian (Cina Perbatasan) bernama Song Hwa Ran (Kim Joo Hyun). Seandainya ada soal-soal ujian untuk bab "Modern Farmers", para siswa seperti saya bisa jadi gagal lulus ujian saking banyaknya tokoh dan alur cerita yang berseliweran tabrak-silang dalam drama ini lucu-lucu bergembira ini. Sebagai catatan akhir : dramanya sangat menghibur, konyol bin kocak dan nggak perlu banyak mikir! Ketawa aja,...

foto :berbagai sumber

K-Movies (22) My Ordinary Love Story (Kisah Cintaku Yang Biasa Saja) ***

Memberi ponten bintang tiga itu bagi saya terkadang merefleksikan 'ketidakjelasan.' Karena bintang tiga itu pas di tengah antara bintang satu hingga bintang lima. Sehingga keadaannya juga di tengah-tengah. Bisa oke bisa juga nggak oke. Tadinya saya berharap mendapat sajian kisah cinta yang beraroma refreshing dengan memilih film ini. Memang kisahnya adalah kisah cinta tapi yang membuat saya terpana adalah kejutan pada ending. Walaupun menurut pendapat saya sih sepertinya tidak masuk diakal. Tapi film ini dengan rating bintang tiga bagi saya cukup menghibur. Dengan dua pemeran utama yang sangat jarang saya tonton filmnya. 

Park Eun Jin (Kang Ye-Won) adalah seorang gadis yang gagal melulu dalam bercinta. Pacaran hingga enam kali sejak masa SMA, kuliah dan bekerja. Semuanya gagal total. Dari sekumpulan pria tersebut ada yang sifatnya kurang cocok, ada yang sudah beristri, ada yang bersedia menjadi kekasih namun tidak berminat memperistrinya. Pokoknya macam-macam sehingga ia putus asa dalam mencari jodoh dan nyaris menyerah. Hingga suatu malam ia berjumpa dengan pria ketujuh dalam hidupnya Hyeon Suk (Song Sae-Byeok). Lelaki ini terlihat 'paling normal' dibanding dengan kekasih-kekasih Eun Jin sebelumnnya. Pria ini lemah-lembut, penurut dan selalu memperlakukan Eun Jin dengan baik. Hanya beberapa saat sebelum pernikahannya Eun Jin merasa heran karena dipikir-pikir ia belum pernah berkenalan dengan satu kolega kerja atau kerabat dari Hyeon Suk. Apalagi ketika sebuah chatting mesra terpampang di ponsel lelaki itu Eun Jin makin curiga.

Kecurigaan ini berbuntut panjang karena Eun Jin lalu menyelidiki Hyeon Suk. Ternyata kantor yang disebutkannya bukanlah kantor Hyeon Suk. Ia tidak lagi bekerja disitu. Kecurigaan lalu menyangkut pada seorang wanita paruh baya genit, pengusaha bar. Eun Jin panas menyangka kekasihnya Hyeon Suk pacaran dengan wanita yang lebih tua usianya itu. Terus saja ia menduga-duga dan menyelidiki tingkah Hyeon Suk yang mencurigakan dan alasan kegemarannya berkunjung ke bar perempuan itu. Bahkan disinyalir mereka akan pergi berpesiar bersama ke luar negeri. Eun Jin teramat sangat jengkel oleh rasa curiga dan cemburu sudah memenuhi hatinya. Apalagi Hyeon Suk ternyata tak jelas bekerja dimana dan profesinya sebagai apa. Kegemaran Hyeon Suk juga aneh, pergi ke kebun binatang dan menyaksikan aksi para binatang buas seperti singa dan harimau. 

Titik balik kisah menjelang ending muncul ketika Hyeon Suk mengaku macam-macam. Awalnya ia mengaku langsung tertarik pada Eun Jin saat pandang pertama namun malu karena belum mendapat pekerjaan yang layak sehingga ia menyerahkan kartu namanya yang lama. Sekarang ia bekerja dengan bermain saham, pun mengaku sedang bangkrut karena salah investasi. Ia juga menambahkan bahwa wanita pemilik bar menjual sofa bekas yang bagus kualitasnya. Hyeon Suk berniat membeli benda itu untuk apartemen mereka berdua setelah menikah kelak. Sofa yang diincarnya sesuai dengan selera dan kehendak Eun Jin untuk perabotan rumah. Banyak alasan yang sesungguhnya aneh dan dibuat-buat namun Eun Jin mencoba untuk percaya karena bagaimanapun juga ia sudah lelah pacaran hingga enam kali dan gagal melulu. Ia bertekad agar jalinan percintaan yang ketujuh ini harus berakhir di pelaminan. 

Segala keanehan dan misteri tentang Hyeon Suk berakhir ketika sahabat dan adik kandung Eun Jin menemukan cairan lengket berwarna merah di salah satu lantai kamar di rumah wanita pemilik bar. Diduga pemiliknya tengah berlibur ke luar negeri. Olala, ternyata wanita pemilik bar dan seorang lelaki muda yang menjadi kekasihnya telah dibunuh oleh Hyeon Suk! Sejak kecil lelaki misterius ini, Hyeon Suk mengalami depresi mental karena ayahnya mati ditabrak oleh pengemudi taksi. Lalu ibunya harus bekerja keras dan pada akhirnya menjadi wanita penghibur. Perlahan Hyeon Suk mulai membalas dendam dan menjadi serial killer. Ia membunuh  banyak orang. Termasuk supir taksi yang menabrak ayahnya dan lelaki pelanggan ibunya. Wanita pemilik bar adalah bekas istri dari supir taksi tersebut. Menjadi serial killer adalah kehidupan Hyeon Suk yang sesungguhnya. Ketika diberitahu melalui telepon oleh sahabatnya mengenai identitas Hyeon Suk, Eun Jin sedang berduaan dengan lelaki itu di dalam mobil. Bagaimana akhir filmnya? Kali ini tanpa spoiler, silahkan ditonton!

Foto : berbagai sumber

Lingkaran Rejeki

Seringkali kita melihat teman/relasi kita yang kayaknya "beruntung" atau lucky terus. Sering menang undian. Sering dapat hadiah ini itu. Mudah dan lancar dalam karir atau pekerjaan. Kita akan berpikir, "Dia mah orangnya hoki! Ada saja peruntungannya,..." Pernahkah terlintas dalam benak bahwa barangkali ada suatu perilaku baik yang melandasi semua peruntungan tersebut? Perilaku yang bagaimanakah yang mengundang hoki atau peruntungan? Yah memang ini tergantung juga masalah percaya nggak percaya. Ada yang dapat menerima logika ini dan percaya. Ada yang sebodo teing, mau bersikap baik atau buruk rejeki mah nggak akan kemana! Ya monggo,..

Berikut ini adalah kisah suami yang kebetulan senang memasak. Ia pergi ke sebuah kedai kecil di dalam pasar hendak membeli daging dalam kaleng. Ketika memberikan uang limapuluh ribu rupiah sang asisten penjaga toko berteriak pada juragannya, "Cie,.. ini uang kayak gini bisa diterima atau tidak?" Sambil mengacungkan selembar kertas berwarna biru itu ke udara. Apakah ciri khas pekerja pasar boleh berlaku kasar dan tidak sopan? Dengan tingkah semacam itu tentu saja suami sudah 'terganggu bin tersinggung.' Seorang pengunjung lain yang juga berada dalam kedai itu memperhatikan dengan rasa ingin tahu. Ada tontonan. Suami menjawab, "Ini uang tidak robek ataupun rusak. Hanya memang sedikit kotor karena bekas dilipat. Saya juga menerima dari orang lain yang membeli barang kepada saya." Sang juragan menjawab dengan aksi, "Maaf Pak, kami takut bank tidak akan menerima uang semacam ini."

Suami mengangkat alis kesal dan dalam hati membatin, 'Emang situ omzetnya berapa trilyun sih? Please dech!...' Belanja kurang dari limapuluh ribu rupiah saja seorang customer diperlakukan seperti anggota komplotan pemalsu uang senilai ratusan juta rupiah. Betapa menggelikan dan tidak sopannya perlakuan juragan di kedai ini beserta asistennya yang mungkin memang belum pernah ikut penataran P4. Terus masih dengan gaya membujuk si juragan bertanya pada suami, "Bagaimana Pak apakah ada uang lain yang dapat dipergunakan untuk membayar?" Tentu saja dengan ketus suami langsung menjawab, "Tidak ada uang lain dan maaf saya tidak jadi berbelanja disini,.." Sepeninggalnya dari situ suami langsung menuju ke toko lain yang jauh lebih besar dan membeli barang yang dibutuhkannya dengan perbedaan harga seribu rupiah lebih mahal. Uang limapuluh ribu rupiah yang ditolak oleh juragan kedai kecil juga sudah dibelanjakan untuk membeli keperluan lain tanpa ada masalah apapun juga.

See? Pola apa yang kita lihat disini? Perilaku atau sikap yang tidak menyenangkan, tidak sopan dan tidak menghargai orang lain dengan mudah menggagalkan lingkaran rejekinya sendiri! Pertama suami yang kecewa tidak akan pernah belanja lagi ke kedai kecil itu. Yang ada dalam benaknya, 'Udah kedainya kecil, sontoloyo pula! Penjaga toko belagu. Juragannya juga banyak aturan.' Pengunjung lain yang sedang berbelanja juga akan melihat bagaimana 'pembeli' diperlakukan sebagai 'pengemis' seolah-olah memohon untuk belanja dengan uang busuknya. Padahal uang itu sama sekali tidak bermasalah. Yang bermasalah adalah juragan toko dan asistennya yang menolak rejeki kecil dan menimbulkan rasa antipati bagi rejeki yang lebih besar. Pengunjung itu dapat memberi kesaksian, "Jangan belanja disitu, yang punya toko rewel, banyak maunya dan tidak mengajari pada anak buahnya untuk bersikap sopan pada pembeli!" Butterfly Effect, satu kepakan kecil dalam berperilaku dapat menimbulkan topan badai dalam peruntungan lingkaran rejekinya kelak. Bukan berniat mendoakan agar yang bersangkutan bangkrut, tapi jika kita diperlakukan dengan tidak menyenangkan mungkinkah kita akan tetap gembira? Iya kali malaikat?